Jumat, 22 Oktober 2010

Yang perlu diperhatikan saat membeli rumah/tanah















  1. Ingat! tanah/rumah itu yang diperjualbelikan adalah surat-suratnya, karena fisiknya hanya dikuasai saja.
  2. Pastikan surat-surat tersebut lengkap dan sah, bagi yg sudah sertifikat lebih mudah, tinggal cek aja ke BPN keabsahan surat tersebut, nah bagi yg belum sertifikat itu kita harus jeli, girik/vervonding/apapun dasarnya kita bisa cek di kelurahan setempat (sejarahnya harus lengkap) sekalian minta dibikinin surat keterangan (sejarah) atas tanah tersebut, maaf ane gak tau istilahnya apa.
  3. mintakan SPPT PBB nya, dan pastikan pembayaran PBB nya lunas 10 tahun terakhir (bisa di cek di kantor pajak setempat) agar kita gak ketiban pulung mesti bayarin tuh PBB tahun2 sebelumnya, karena apabila kita hendak balik nama SPPT PBB tersebut pasti gak dikabulkan kalo PBB nya gak lunas 10 tahun terakhir.
  4. Sebelum transaksi jual beli di ttd Notaris, pasti diharuskan membayar pajak atas jual beli tersebut (5% X nilai transaksi/NJOP - mana yg lebih tinggi- buat penjual, dan buat pembeli 5% X nilai transaksi/NJOP setelah dikurangi 60 jt - utk DKI), usahakan kita yg membayar langsung ke bank atas pajak2 tersebut, supaya uangnya masuk ke negara, kalo bisa jangan dipercayakan ke notaris/pegawainya(tidak semua notaris/pegawainya baik dan benar gan).
  5. Setelah terjadi transaksi jual beli tersebut, simpan berkasnya baik-baik (harus ada semuanya, termasuk setoran pajaknya baik penjual maupun pembeli, minimal fotokopinya)

Tidak ada komentar: